Showing posts with label Europe. Show all posts
Showing posts with label Europe. Show all posts

Sunday, December 27, 2009

Hotels in uk and Aberdeen Attraction

Edinburgh
Aberdeen, the 'Silver City' in the county of Aberdeenshire, is located 117 miles north-east of Edinburgh on the North Sea coast between the mouths of the rivers Don and Dee, and is Scotland's third largest metropolis. Due to the enormous supply of crude oil from the North Sea, it is often called "Oil Capital of Europe" thereby achieving the status of Offshore Capital of Europe. Aberdeen is also is often called the "Granite City" because of its buildings, which are constructed largely of pink and gray granite.

Aberdeen has a total population of about 212,125, and ethnic groups comprised of English, Scottish, Irish, Welsh, Ulster, West Indians, Indians, Pakistanis, and others. The city experiences a temperate climate with an overall temperature of 46.2 degrees Fahrenheit (7.9 Celsius.) May to September is the best time to visit, with long hours of daylight.

Aberdeen International Airport is situated 7 miles from the city centre in Dyce and offers a wide range of domestic and some international flights like British Airways, BMI, Easyjet etc. Buses are operated by First Group, Stagecoach Group, and First Aberdeen, which has the largest share of routes with 22 services running throughout the city. Aberdeen also has regular rail services to Glasgow and Edinburgh, including long distance trains to London. Regular trains run north westerly towards Inverness and north to Dyce for the airport.

Main tourist Attraction

Main tourist attractions in Aberdeen include Aberdeen Art Gallery, displaying a diverse collection of works of art, such as work by the Impressionists and the Scottish Colorists; Provost Ross' House, the third oldest dwelling in Aberdeen; James Dun's house, now a museum featuring temporary exhibitions; Aden's Country Park, which covers about 230 acres on the Buchan Estate which dates from the 18th Century; King's College Conference Centre; Provost Skene's House, a good example of early burgh architecture; Braemar Castle, built in 1628 by the Earl of Mar; Doonies farm, one of the largest collections in Scotland of endangered breeds of farm animals; the Northeast Falconry Visitor Center, featuring spectacular falcons, owls and eagles and regular daily flying demonstrations; and Marischal College.

Kings Collage

Provost Ross house

Aden Country Park

Aberdeen Art Gallery

There are several family-run Bed and Breakfast's, guest houses, and hotels in Aberdeen. Visitors can check out a wide choice of Aberdeen hotels for free from the link below. Some of the best theaters can be found at King Street, Tarves, Union Street, and Rosemount Viaduct, whilst Market Street, Nicholas Lane and Union Street house some of the best nightclubs and pubs. As for shoppers, the main shopping districts focus on specialty shops such as those on Chapel and Thistle streets, as well as the reputed chains on George and Union streets.

The city's most popular festivals and events include Aberdeen International Youth Festival, with around 1000 young people from the world's finest youth orchestras, bands, dance and theatre groups coming together; Aberdeen Jazz Festival; Aberdour Festival, music, dance and creativity from around the world including bellydancing, henna painting, tabla drumming etc; Aberdeen Highland Games, competitions showcasing the skills of sportspeople, dancers and musicians from all over Scotland; Devron Festival, celebrating years of musical fireworks; and the Spirit of Speyside Whiskey Festival.

Source by: Aberdeen Attraction



Wednesday, October 24, 2007

ATHENA

August 2007


Rencana ke Greece udah selalu gue cetuskan sejak lama bertahun2 lalu, tapi selalu ngga jadi karena rencana tujuan liburan kita selalu berubah2. Akhirnya tercapailah bulan Agustus kemaren, gue dan suami berangkat via Genova-Rome-Athens. Badai kita titip sama nenek dan kakeknya di Italy, jadi kita bisa lebih leluasa jalan-jalannya. Kita menginap di hotel yang posisinya sangat strategis di lingkungan tempat-tempat wisata seperti Acropolis, Monastiraki, Pssiri dan Plaka. Ke tempat2 ini kita hanya perlu berjalan kaki saja. Dan hotel ini juga menghadap ke Acropolis, dan kebetulan top roof diatas hotel adalah sebuah restaurant dan juga sebagai ruangan breakfast, jadi setiap pagi kita menikmati breakfast sambil memandangi Acropolis dari jauh.






Hari pertama rencananya kita mau ke Acropolis, masuk lewat pintu Ancient Agora di Monastiraki, beli tiket/orang harganya 12 euro, begitu sampai di Ancient Agora kita baru tahu kalau Acropolisnya berada jauh di atas sana, gue jadi give up, ngga mau naik, ngebayangin nanjak aja ngga bisa, masalahnya pada waktu itu gue lagi hamil 3 bulan. Gue bilang ama suami, lo naik aja sendiri, gue nunggu disini, tapi dia malah ngasih gue speech kalo sampe di Athens buat apa kalo ngga naik ke Acropolis, jadi gue pikir bener juga. Masa sih gue cuma bisa memandangi aja dari jauh? Akhirnya dengan susah payah gue merambat2 naik ke Acropolis yang tingginya minta ampun di panas terik kota Athens. Sepanjang jalan gue ngomel2 kenapa mereka ngga sediakan cable car atau donkey buat orang2 yang ngga kuat nanjak kayak gue. Jadinya kita setiap 10 meter berhenti karena gue kecapekan. Butuh waktu yang lama buat kita sampai diatas karena sedikit-sedikit harus istirahat, dan begitu kita sampe di atas rasanya gue pengen tereak “I DID IT!!!”.




Gue, yg lg hamil 3 bulan dgn bangga bisa sampai keatas :)

Rasanya bangga juga hamil 3 bulan tapi bias sampe ke Templenya Athena itu, kenapa gue bilang bangga? Karena gue itu benci banget climbing, hiking…. Makasih deh kalo yang urusan nanjak2.… Jadi kalo gue bisa nanjak pas hamil 3 bulan, berat, panas, capek… suami gue aja bangga…. Haha



Open air theatre



Tempat nongkrong para turis di Athens itu di Pssiri, Plaka dan Monastiraki, area2 ini di penuche dengan restaurants, bars dan kafe. Tapi Monastirakilah yang paling ramai karena tempatnya sangat strategis karena view nya Acropolis, jadi dua malam itu kita selalu dinner di Monastiraki sambil memandangi Acropolis yang diterangi dengan lampu2 sorot, indah banget. Dan satu malamnya lagi di salah satu Taverna di Pssiri yang lebih menyediakan sea food.
Taverna itu seperti Trattoria di Italy, lebih seder hana dan lebih murah dari restaurant, tapi kalo di Athens, semua yang namanya Taverna itu bagus2 dan harganya seperti harga restaurant, jadi ngga ngaruh kalo di Athens, kecuali di pulau2 kecil di Egypt, kalo Taverna biasanya murah banget.




Greek food is one of the best food, mereka banyak sekali menggunakan kambing dan Veal di Athens, dan sea food di pulau2. Makanan kesukaan gue di Athens ialah Lamb Souvlaki, dan Kleftiko; goat yang sudah dibumbui dan dibungkus dengan paper lalu di masak dalam oven, wuihhhh enaknyaaaa....




Pemandangan di Athens

Kita juga sempat ke National Archeological Museum (dari hotel naik Metro) yang menyimpan mask nya Agamemnon, bekas2 panah dan tombak dari perang 300, dan sculpture 2 dari orang2 terkenal bekas kejayaan Greece. Seperti Zeus (gambar disebelah), Poseidon, Aphrodite, Eros si Cupid dsb.



Ongkos akomodasi di Athens tidak terlalu mahal dibanding negara2 Eropa lainnya, seperti ongkos taxi dan juga harga makanan sedikit lebih murah. Pengalamn lucu kita, sebelum pergi kita udah baca2 buku panduan sejenis Lonely Planet, disebutkan dalam buku: Bila ingin naik taxi dari airport ke downtown Athens, ongkosnya TIDAK LEBIH dari 25 Euro. Nah kita naik taxi dong, abis belum ngerti kalo naik metro mesti turun dimana, setelah sampe hotel di downtown, ternyata argonya sebesar 30 Euro dan supir taxinya minta 40 Euro, alasannya bayar tol dsb, gue hanya tersenyum, lucu ya... ngga cuma di Indonesia berlaku sistem cheating, tetapi juga di Eropa.

Jalanan di Athens

Hari pertama kita sampai di Athens, hari itu pulalah terjadinya kebakaran di banyak kota2 di Greece, hari kedua Athens penuh dengan abu di udara yang terbawa angin dari lokasi kebakaran, hari kedua gue udah cetacean karena berita2 di TV tentang kebakaran di Greece yang lokasinya tiap jam bertambah, maka hari ke tiga kita cabut ke Santorini, salah satu pulau terindah di Greece….



*Turut berduka cita atas korban-korban kebakaran di Yunani selama periode August 2007*

Tuesday, July 31, 2007

Campioni Del Mondo

Sebetulnya cerita ini udah basi, cuma pengalaman ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan buat gue di era Word Cup 2006, yang pada waktu itu gue dan keluarga lagi liburan di Italy, jadi merasakan banget kebahagiaan atas menangnya tim Italia.

Jalanan sepi karena semua orang nonton bola


Pada saat itu semua orang ngga laki ngga perempuan, tua dan muda lagi gila nonton bola, piala dunia, jadi suamiku itu pun tiap ada pertandingan club-club besar, selalu nonton bareng temen2 nya di B11 Kemaman, Malaysia. Puteran ke 2 kita terbang ke Italy buat summer vacation. Kebetulan aku emang dukung Italy ( seperti cewek-cewek pada umumnya ;)). Tiap malam kita nonton sama mertua, mertua cewek padahal gak suka tapi ikut-ikutan ( hanya kalo tim Italy main ).




Orang-orang merayakan kemenangan di jalanan





Sampai malam final kita nontonnya sambil tereak-tereak, walopun menangnya kurang membanggakan, pokoknya menang (kata suami, yg girangnya bukan main). Malam itu kita rayain berempat dgn minum champagne ( Badai lg bobok, pdhal tadinya udh bela-belain pake kaos tim Italy ).Habis ngerayain di rumah kita ke jalanan by car, yang ada mobilnya gak bisa lewat, itu orang-orang seluruh Spotorno ada di luar semua. Semua orang bergembira, di jalanan Spotorno penuh dengan orang-orang, ada yang mengibar-ngibarkan bendera, ada yang bawa wine, champagne, sambil menyanyikan lagu yang berkata Noi campioni del mondo ( Kami adalah juara dunia ). Ada cewek2 yang dandanannya berwarna hijau, merah dan putih di mata, pipi dan seluruh badannya. Pokoknya malam itu seru banget. Hari itu merupakan hari besar buat Italy, esok harinya kita lihat di TV tim Italy merayakan kemenangan dengan sebuah pesta di Colosseum di Roma bersama2 masyarkat Italy.

Saturday, June 30, 2007

Mont Blanc




Mont Blanc (French for white mountain) or Monte Bianco (Italian, same meaning) also known as "La Dame Blanche" (French, the white lady) is a mount in the Alps. With its 4,808m, it is the highest mountain in the Alps, and in Western Europe.
The mountain lies between the regions of Aosta valley, Italy and Haute - Savoie, france.The location of the summit itself is a subject of controversy between the two countries, and each tends to place it within its own boundaries on maps. In a convention between France and Kingdom of Sardinia, in Turin (1861), the border was fixed on the highest point of Mont Blanc and this was the last official definition of this border, but often the Italian and French maps do not respect this solution.






Mont Blanc di ketinggian 3800m - Aosta Valley dari atas 2000 m


The two most famous towns near Mont Blanc are Courmaveur, in Aosta Valley - Italy - and Chamonix in Haute-Savoie, France.
Begun in 1957 and completed in 1965, the 11.6 km Mont Blanc tunnel runs beneath the mountain between these two cities and is one of the major trans-Alpine transport routes.
The Mont Blanc Massif is popular for mountaineering, hiking and skiing.



Dari Spotorno, Italy kita nyetir selama kurang lebih 3 jam ke Valle D'Aosta, Italy. Disana kebetulan ada rumah tante nya suamiku, jadi begitu tiba disana kita ngga langsung ke Monte Bianco, tapi nginep dulu dan menikmati pemandangan Aosta dr Gardennya mereka yang kebetulan tinggi dan menghadap ke pegunungan pre-alps.... Pemandangan indah seperti itu bisa mereka lihat tiap hari, Gosh....

Naik ke atas monte Bianco kita menggunakan Cabble car, yang pelan2 naik keatas, agak antri untuk masuk ke Cable car, mengingat waktu itu banyak sekali turis yang datang ke Mont Blanc. Ada beberapa stasiun cable car diatas sana di beberapa ketinggian, jadi kalo kamu mau stop di ketinggian 1000 m atau 2000 m bisa saja, diatas sana diketinggian 3600 ada restaurant yang lumayan besar menyediakan makanan italy, restaurant nya berada diluar, jadi bayangkan saja, kita makan siang di atas Mont blanc, couldn't imagine.....







Dan diatas sana juga ada hotel, ngga berbintang banget, tapi cukup oke lah buat orang2 yang kebetulan lagi hiking. Waktu itu kita cuma naik sampe ketinggian 3800. Waktu itu kita kesana pada waktu summer, tapi diatas sana dinginnya bukan main, saljunya tak pernah cair. Pada waktu winter katanya saljunyaakan menutupi seluruh pegunungan.

Diatas sana di ketinggian tertentu ada tiga tanda panah yang berwarna warni yang menunjukkan ke beberapa arah, ke Italy, France dan Swiss. Jadi pada ketinggian itu kita bisa memilih jalan mau kearah mana. Sedangkan puncak Mont Blanc ( Monte Bianco) berada di France.


Monday, June 25, 2007

Hang Out in Amsterdam


Amsterdam is one of the world's best hangouts, a canny blend of old and new: radical squatter art installations hang off 17th-century eaves, BMWs give way to bicycles, and triple-strength monk-made beer is drunk in gleaming, minimalist cafes.
The city seems to thrive on its mix and, despite hordes of tourists, still manages to feel quintessentially Dutch. The old crooked houses, the cobbled streets, the tree-lined canals and the generous parks all contribute to the atmosphere.


Amsterdam is noted for many outstanding museums, including the Rijksmuseum, the Stedelijk Museum, the Rembrandt House Museum, and its world-class symphony orchestra, the Concertgebouworkest, the home base of which is the Concertgebouw. The Van Gogh Museum houses the largest collection of Van Gogh's paintings and drawings in the world. Anne Frank House is also a popular tourist attraction.


Amsterdam is also famous for its red-light district, de Wallen. Window prostitution is legal in the Netherlands at specific places. The red-light district is located in the centre of the city along major canals and is clearly marked on maps.




Centred around the Wallen, but also elsewhere in the city, coffee shops sell cannabis. This is not completely legal but is tolerated when small quantities of cannabis (up to 5 grams) are involved.


July 2006 lalu gue berdua dengan suami memutuskan untuk berweekend di Amsterdam, tiga-hari-gila kita nikmati di Amsterdam. Kamar2 hotel di Amsterdam itu kecil2 banget, dan harganya mahal-mahal. Hari pertama setelah makan siang kita berjalan kaki diantara canal-canal dan bangunan-bangunan Amsterdam yang indah. Sore harinya kita berhenti di sebuah coffee shop dan nyobain ashiss, hehe "bandel" yah, tapi cuma di Amsterdam aja kok. Cannabis, ashiss, mushroom dsb hanya dijual di coffee shop - coffee shop, which is legal di Amsterdam. Setelah ketawa ngga berhenti2 malamnya kita dinner di Brazilian restaurant di dekat2 hotel... Setelah makan malam kita jalan-jalan ke red-light-district ngeliat window prostitution (NO CAMERA) yang udah kayak boneka dijual di etalase.


Esoknya kita berkeliling Amsterdam lagi karena hari kemarin tidak sempat mengelilingi semua, kita naik boat mengelilingi canal-canal, mengagumi lagi keindahan bangunan2 Amsterdam yang rata2 sangat sangat sempit itu consider badan2 orang dutch kan gede2 banget. Ngeliat rumah terkecil di Amsterdam house no 7, yang lebarnya cuma semeter, cat house, magic mushroom museum, sex museum.... Minum Heinekken di Bar yang sudah berumur 300 tahun, yang warnanya dinding dan atapnya coklat tua, karena pada musim dingin orang2 merokok didalam dengan pintu dan jendela tertutup selama 300 tahun, kita juga berhenti disalah satu bar yang beernya mereka buat sendiri.





An old Bar - Me, in front of the magic mushroom museum

Setelah itu kita mampir lagi di coffee shop (he he , bandel lagi), kali ini kita nyobain cannabis dan space cake, space cake seperti brownies rasa coklat tetapi sudah di campuri dengan ashis (bener ga nulisnya), alhasil sore itu kita teler banget, ngga tau ashisnya apa space cake nya yg bikin kita teler, yang pasti sore itu kita nyasar nyasar ngga sampe ke hotel Hahahahahah


Gue emang belum pernah liat sex show, banyak org bercerita ttg ping pong show di Bangkok, tapi waktu gue ke Bangkok belum sempat kesana. Jadi kali ini di Amsterdam gue harus liat, kayak apa sih sex show itu. Di Amsterdam banyak pertunjukan2 sex, ada peep show, dan segala macam cara. Tapi gue maunya yang LIVE...! Ada beberapa theatre yang menayangkan live sex show di Red-light district, tapi yang paling panjang antriannya itu adalah theatre yang bernama CASSA ROSSO. Antrinya kayak mau beli sembako, jadi jelaslah gue maunya ke situ. Tiket masuk harganya 40 Euro satu orang, termasuk dua gelas alkohol drinks. Di dalam bentuknya seperti layaknya theatre, cuma jauh lebih kecil, penonton nya hanya sekitar 50 orang, di panggung yang jaraknya hanya semeter dari kursi paling depan ada tempat tidur yang berputar2.... Yahhh, ngga mungkin kan gue ceritain kayak apa show nya, tentunya kalian juga tahu.




Sex Shop in the street of Amsterdam


Pokoknya selama tiga hari di Amsterdam kita gunakan untuk gila2 an hehehe, maaf! Tapi dari pertama kita memang sudah commit untuk tidak mencoba magic mushroom, yang katanya sangat berbahaya, magic mushroom ada macem2nya, ada yang hawaii, mexico dll, kalo ngga salah Hawaiian yang paling berbahaya. Katanya jenis mushroom itu bisa membuat perjalanan anda menjadi disaster trip. Mengingat masa mabuknya bisa sekitar 12 jam. I noticed orang2 belanda sangat ramah dan friendly, turis terbanyak di Amsterdam berasal dari Britain. Ternyata penduduk lokal (Dutch) yang memakai drugs di Belanda hanya 5% (sumber: lonely planet) dan yang terbanyak ialah turis dari inggris.